Melihat Judul yang terpampang, saya ingin tahu apa yang muncul di dalam benak pembaca sekalian. Maksud kami menulis blog dengan judul “The Hospital” adalah ingin menuliskan beberapa hal yang penulis catat sehubungan dengan film serial mandarin dengan judul tersebut yang dibintangi oleh salah satu personel F4 yaitu Jerry Yan. Salah satu yang membanggakan adalah dalam film tersebut dibintangi juga oleh aktris muda kita Agnes Monica, sekalipun itu hanya peran pembantu.

Selain itu beberapa nilai penting yang dimuat dalam film itu membuat saya ingin menuangkan buah pikiran saya ke dalam blog ini.

Cerita dalam film “The Hospital” ini menggambarkan kehidupan seorang ahli bedah junior yang bernama Su Yi Hua di dalam suatu rumah sakit tipe A di mana semua sarana dan pra sarana kesehatan sudah lengkap. Su Yi Hua adalah seorang dokter yang baik, menurut saya, karena dalam profesinya dia sudah mengangkat sumpah kepada dirinya sendiri bahwa dia akan bekerja sekuat tenaga sebagai seorang dokter bedah demi kesehatan para pasiennya. Dalam perjalanan pekerjaannya dia menghadapi polemik yang berat saat dia diminta tolong membantu senior dari bagian penyakit dalam untuk mengoperasi pasiennya, sedangkan senior tersebut tidak lebih dulu menghubungi kepala bagian bedah untuk hal tersebut. Kebetulan pasien tersebut adalah putri presiden yang sedang menjabat. Mungkin juga disebabkan karena di antara kedua senior yang berbeda bagian tersebut sedang ada permasalahan intern sehubungan dengan keduanya merupakan kandidat untuk menjadi kepala rumah sakit yang baru, sehungga mereka bersaing dan berusaha untuk saling menjatuhkan.

Ketika kepala dokter bagian bedah mengetahui bahwa Su Yi Hua yang diminta tolong, bukannya dia, maka meledaklah amarahnya. Dengan kekuasaannya sebagai kepala bagian, dia memerintahkan wakilnya untuk mengambil alih pasien tersebut atas nama dia, karena dia menganggap senior dari bagian penyakit dalam tidak menghargai otoritasnya sebagai kepala bagian bedah, tanpa terlebih ahulu memberi informasi kepada Su Yi Hua yang notebene adalah yang dipercaya bahkan oleh presiden sendiri untuk membantu menangani penyakit putrinya. Akibatnya dia kebingungan saat pasien tersebut dijadwalkan operasi tanpa sepengetahuannya.

Bertolak dari masalah ini, kemudian berkembang hingga akhirnya si pasien yang menjadi korban perseteruan antara senior dari bagian bedah dan senior dari bagian penyakit dalam. Su Yi Hua yang sebenarnya tidak terlibat masalah intern tersebut, akhirnya menjadi sasaran kepala bagian bedah karena dianggap mengkhianati bagian bedah. Dia terus menerus dimusuhi oleh kepala bagian bedah sampai-sampai dia tidak diberi ijin untuk melakukan operasi.

Begitu banyak intrik-intrik yang terjadi seputar kehidupan seorang dokter. Baik dalam permasalahan pribadinya, dengan teman sejawat, pasien, dan politik yang tertuang dalam serial ini. Bagi saya, ternyata tidak mudah seperti yang sering dikatakan oleh orang banyak ‘enak ya kalau kadi dokter, kerjanya ringan, tapi gajinya besar.’ Setelah menonton film serial ini, saya menjadi berpikir, apa mau orang tersebut menjadi seorang dokter jika dihadapkan kondisi seperti yang dialami oleh Su Yi Hua? Kalaupun mau pastilah dia akan menjadi dokter yang tidak lagi mengutamakan pasien karena jika mengutamakan pasien, akan terlibat masalah sama seperti yang dialami Su Yi Hua. Kalau sudah tidak mengutamakan pasien lagi, lalu apa esensi sebenarnya menjadi dokter? Apa untuk gagah-gagahan saja? Seperti yang dilakukan oleh kepala bagian bedah tersebut dalam meraih karir politiknya? Memang orang bisa saja bilang kalau itu kan hanya sekedar film, tetapi bagi saya semua kondisi dalam film tersebut sangat masuk akal dan sangat mungkin terjadi di dalam kehidupan nyata ini. Dan kalau hal demikian terjadi, lalu bagaimana dengan efek-efek samping dari segala intrik yang terjadi itu yang akan mempengaruhi kehidupan orang banyak?

Tulis sebuah Komentar

*
*